UM Kendari Gelar Sosialisasi Perlindungan dan Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia serta Peluang Kerja ke Luar Negeri
8 Mei 2025, Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Lembaga Kursus Mei-Mei Kendari menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Perlindungan dan Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia, dirangkaikan dengan informasi peluang kerja luar negeri dan pelatihan Bahasa Mandarin, pada sebuah acara bertajuk “Sinergi Kemitraan dalam Meningkatkan Kompetensi Bahasa Mandarin di Era Global.”
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa dan masyarakat umum mengenai pentingnya kesiapan berbahasa asing dan pengetahuan tentang jalur legal bekerja ke luar negeri, khususnya sebagai pekerja migran terampil yang terlindungi.
Salah satu pemateri utama dalam kegiatan ini adalah Bapak Devriel Sogia, S.T., M.M., selaku Direktur Pemetaan Pasar Kerja Luar Negeri, BP2MI. Dalam paparannya, beliau menjelaskan strategi nasional dalam memperluas akses pasar kerja luar negeri bagi tenaga kerja Indonesia, pentingnya kompetensi berbahasa asing—terutama Bahasa Mandarin—serta mekanisme perlindungan bagi pekerja migran di negara tujuan.
Selain itu, Lembaga Kursus Mei-Mei Kendari juga turut memaparkan program pelatihan Bahasa Mandarin yang mereka jalankan dan bagaimana pelatihan tersebut dapat menjadi bekal keterampilan yang sangat relevan di era globalisasi.
UM Kendari, melalui kegiatan ini, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan SDM Indonesia agar siap bersaing secara global. Dalam sambutannya, perwakilan kampus menyampaikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra pelatihan merupakan langkah penting untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dan wawasan internasional.
Kegiatan ini diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa terhadap berbagai peluang karier di luar negeri secara legal dan aman, serta mendorong mereka untuk mengembangkan diri dalam penguasaan bahasa asing, khususnya Mandarin, sebagai bahasa yang semakin dibutuhkan dalam relasi global.