UM Kendari Jemput Kepulangan Mahasiswa ICT Batch 2 di Bandara Haluoleo

  • Admin DKI
  • 27

Kendari, 13 Desember 2024 – Setelah menempuh satu semester penuh program pertukaran pelajar (International Credit Transfer/ICT) di Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST), Filipina, sebanyak tujuh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) akhirnya kembali ke tanah air dan disambut hangat oleh pihak kampus di Bandara Haluoleo, Kendari.

Kepulangan mereka disambut langsung oleh Dr. Titin Rahmiatin Rahim selaku direktur dari Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi (DKI) UMK. Suasana penuh haru dan bangga mewarnai penyambutan tersebut, mengingat keberhasilan mereka dalam menyelesaikan program dengan baik sekaligus membawa nama harum UMK dan Indonesia di kancah internasional.

Selama menjalani program di NEUST, ketujuh mahasiswa ini tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga berpartisipasi dalam berbagai aktivitas kebudayaan dan organisasi kampus. Salah satu momen paling membanggakan adalah keterlibatan mereka dalam Closing Program Ceremony, di mana mereka menampilkan seni budaya Indonesia dengan mengenakan pakaian adat Nusantara, yang mendapat apresiasi dari komunitas kampus NEUST.

Salah satu mahasiswa peserta, Rahmawati Salim menyampaikan perasaannya, “Senang sekali bisa kembali ke tanah air, tapi kami juga merasa sedih meninggalkan teman-teman dan suasana belajar di Filipina. Pengalaman ini benar-benar mengubah cara kami melihat dunia.”

Direktur DKI UMK turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian para mahasiswa dan berharap pengalaman ini dapat dibagikan kepada mahasiswa lainnya. “Kita ingin semakin banyak mahasiswa UMK yang terinspirasi untuk berani keluar dari zona nyaman, belajar di luar negeri, dan membawa nilai-nilai positif dari budaya kita ke dunia internasional.”

Program ICT ini merupakan program yang dibiayai penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, dan menjadi salah satu bentuk nyata dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) serta upaya internasionalisasi UMK.